Privacy Policy
Data, uploaded files, confidentiality, and privacy handling.
Last updated: 26 Mei 2026
Privacy Policy ini menjelaskan bagaimana KRILL Swarm mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, membatasi akses, dan menangani data yang dikirim oleh pengguna atau klien. KRILL Swarm tidak menjual data klien. Kontak privacy: hello@krillswarm.id.
1. Identitas Layanan
KRILL Swarm adalah brand/layanan publik yang dioperasikan oleh operator KRILL Swarm yang akan dikonfirmasi sebelum paid public launch.
2. Data yang Dikumpulkan
- Data kontak: nama, jabatan, perusahaan, nomor WhatsApp/telepon, email, kota/negara, dan akun social media bisnis jika diberikan.
- Data bisnis dan brief: nama brand/proyek/produk/campaign, harga/offer, target market, lokasi pemasaran, channel penjualan, materi iklan, positioning, competitor reference, sales problem, launch plan, proof asset, business objective, dan file pendukung.
- Data pembayaran dan administrasi: nama pihak pemesan, data invoice, bukti transfer, status pembayaran, dan informasi pajak jika diperlukan.
- Data komunikasi: email, WhatsApp, meeting notes, feedback, revisi brief, approval, dan order confirmation.
- Data penggunaan website: halaman yang dikunjungi, waktu akses, form submission, device/browser information, cookies/analytics jika digunakan.
3. Uploaded Files
Klien dapat mengirim atau mengunggah file seperti logo, foto produk, materi campaign, brosur, deck, pricing sheet, property layout, screenshot iklan, script, dan dokumen pendukung lain. Klien harus memastikan bahwa mereka memiliki hak untuk membagikan file tersebut kepada KRILL Swarm.
- Jangan upload KTP/passport, kartu keluarga, data anak, rekam medis, data pasien, customer database pribadi, data kartu kredit/debit, password, rekening pribadi lengkap, dokumen legal rahasia pihak ketiga, atau data sensitif lain yang tidak diperlukan untuk report.
4. Tujuan Pemrosesan Data
- Menilai kecocokan layanan dengan kebutuhan klien.
- Membuat quotation, invoice, dan order confirmation.
- Memahami brief, membuat assumption lock, synthetic market response simulation, report, dan evidence pack jika termasuk scope.
- Menjalankan QA internal, komunikasi klien, pembayaran, administrasi, revisi, audit, fraud prevention, dispute handling, dan peningkatan kualitas layanan.
5. Third-Party Infrastructure / Tools
KRILL Swarm dapat menggunakan third-party infrastructure dan tools, termasuk hosting, database, storage, email, document processing, analytics, AI-assisted tools, productivity tools, dan payment administration tools jika diperlukan. KRILL Swarm membatasi penggunaan Client Materials untuk service delivery, internal QA, audit, agreed retention, dan kebutuhan operasional relevan.
6. Cookie / Analytics Note
Pada P0 saat ini, website tidak menambahkan analytics module khusus. Jika analytics/cookies digunakan kemudian, Privacy Policy ini harus diperbarui untuk menjelaskan jenis data yang dikumpulkan, tujuan analytics, dan opsi kontrol yang relevan.
7. Pembatasan Akses Internal
Akses ke data klien dibatasi kepada pihak yang membutuhkan untuk menjalankan pekerjaan, seperti operator report, analyst, reviewer, QA, admin pembayaran, dan technical support jika diperlukan. Akses diberikan berdasarkan kebutuhan kerja, bukan akses umum.
8. Retention dan Deletion Request
KRILL Swarm dapat menyimpan data dan record untuk kebutuhan operasional, audit, pembayaran, pajak, legal, fraud prevention, dispute handling, quality control, histori project, dan service improvement.
Klien dapat meminta penghapusan data tertentu melalui hello@krillswarm.id. KRILL Swarm dapat memenuhi deletion request jika berlaku dan memungkinkan secara operasional/hukum, namun dapat tetap menyimpan record tertentu jika diperlukan untuk invoice, pembayaran, pajak, audit, legal defense, fraud prevention, dispute resolution, kewajiban hukum, atau catatan minimum transaksi.
9. No Selling Client Data
KRILL Swarm tidak menjual client brief, uploaded files, campaign material, pricing, report, atau data bisnis klien kepada pihak ketiga.
10. Security Limitation
KRILL Swarm menerapkan langkah wajar untuk menjaga keamanan data. Namun, tidak ada sistem digital yang 100% aman. Klien memahami bahwa pengiriman data melalui internet, email, WhatsApp, cloud storage, dan third-party tools tetap memiliki risiko teknis.